Emas Unggul Atas Bitcoin
Emas Unggul Atas Bitcoin

JAKARTA – Sepanjang tahun 2025, terjadi pergeseran yang menarik dalam narasi investasi safe haven. Di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut dan volatilitas ekonomi makro, emas unggul atas Bitcoin dalam kinerja dan, yang lebih penting, dalam kepercayaan investor institusional. Meskipun Bitcoin (BTC) telah lama digembar-gemborkan sebagai “emas digital,” logam mulia tradisional ini menunjukkan ketahanan yang unggul, didukung oleh faktor-faktor historis yang sulit ditiru oleh mata uang kripto.

Perbedaan fundamental terletak pada tiga pilar utama: likuiditas yang mendalam, peran yang diakui dalam perdagangan global, dan kepercayaan yang diberikan oleh bank-bank sentral dunia. Ketika trader mencari aset yang dapat diandalkan untuk melindungi modal di saat krisis, emas unggul atas Bitcoin karena kemampuannya berfungsi sebagai aset penyimpan nilai yang diakui secara universal.

🌊 Likuiditas Mendalam dan Pasar yang Matang

 

Salah satu keunggulan terbesar emas dibandingkan Bitcoin adalah kedalaman dan kematangan pasar keuangannya.

1. Kedalaman Pasar Emas

 

  • Volume Transaksi: Pasar emas mencakup perdagangan fisik, futures, options, ETF, dan OTC (over-the-counter), dengan volume transaksi harian yang jauh melampaui Bitcoin. Likuiditas yang tinggi ini berarti emas dapat dibeli atau dijual dalam jumlah besar tanpa menyebabkan pergerakan harga yang drastis.

  • Aksesibilitas Institusional: Emas terintegrasi penuh ke dalam sistem keuangan global. Bank investasi, dana pensiun, dan manajer aset besar dapat dengan mudah dan aman berinvestasi dalam emas, sebuah infrastruktur yang masih dikembangkan oleh Bitcoin.

2. Volatilitas Bitcoin yang Lebih Tinggi

 

Meskipun Bitcoin menawarkan potensi return yang lebih tinggi, volatilitasnya yang ekstrem membuatnya kurang ideal sebagai aset safe haven yang sesungguhnya.

  • Penyerapan Guncangan: Di masa guncangan pasar, investor cenderung beralih ke aset yang memiliki volatilitas rendah untuk melindungi modal. Meskipun harga emas stabil, harga Bitcoin dapat berfluktuasi puluhan persen dalam hitungan jam atau hari. Hal ini menjadikan emas unggul atas Bitcoin dalam hal stabilitas, yang menjadi prioritas utama di tahun 2025.

🏦 Kepercayaan Bank Sentral dan Peran Perdagangan Global

 

Dukungan institusional dan peran emas dalam sistem moneter global memberikan keunggulan yang tak tertandingi.

1. Emas sebagai Cadangan Moneter

 

  • Pembelian oleh Bank Sentral: Bank-bank sentral di seluruh dunia terus menjadi pembeli emas terbesar, meningkatkan cadangan mereka sebagai diversifikasi dari Dolar AS dan Euro. Pembelian ini menunjukkan pengakuan universal terhadap emas sebagai aset cadangan yang tidak memiliki risiko kredit atau politik.

  • Peran Dalam Perdagangan: Emas secara historis berfungsi sebagai penyelesaian di antara negara-negara dan diakui secara hukum di setiap yurisdiksi. Bitcoin, meskipun diadopsi di beberapa negara, masih merupakan aset yang sebagian besar tidak diatur dan belum diterima sebagai aset cadangan moneter yang sah oleh mayoritas bank sentral.

2. Kurangnya Regulasi Kripto Global

 

Ketidakpastian regulasi yang terus membayangi kripto menjadi penghalang besar.

  • Risiko Hukum: Perusahaan atau individu yang berinvestasi besar dalam Bitcoin menghadapi risiko hukum yang signifikan karena ketidakpastian klasifikasi aset (apakah itu komoditas, sekuritas, atau mata uang) di berbagai negara. Emas, sebaliknya, memiliki sejarah regulasi yang jelas selama berabad-abad. Emas unggul atas Bitcoin karena menawarkan kepastian hukum yang sangat dicari oleh investor besar.

📈 Prospek Kinerja Harga di Tahun 2025

 

Di tahun 2025, kinerja harga kedua aset tersebut menunjukkan bahwa emas mampu mempertahankan momentumnya sementara Bitcoin berjuang untuk keluar dari sideways trading.

1. Momentum Harga Emas

 

Emas diperdagangkan pada level tertinggi sepanjang masa atau mendekatinya, didorong oleh:

  • Tingginya Inflasi Global: Kekhawatiran inflasi struktural yang persisten meningkatkan permintaan emas sebagai pelindung nilai.

  • Ketegangan Geopolitik: Konflik regional dan ketidakstabilan politik mendorong permintaan safe haven yang kuat, di mana emas menjadi pilihan utama.

2. Konsolidasi Bitcoin

 

Meskipun Bitcoin menyaksikan kenaikan yang didorong oleh narasi ETF dan halving, harganya sering kali mengalami koreksi cepat atau stagnasi, menunjukkan bahwa aset tersebut masih sensitif terhadap likuiditas pasar yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa narasi AI dan teknologi saat ini mungkin membebani performa pasar kripto.

Pada akhirnya, meskipun Bitcoin dan emas sering dibandingkan, fungsinya di mata investor institusional sangat berbeda. Bitcoin adalah aset pertumbuhan berisiko tinggi dengan potensi return yang besar, sementara emas adalah aset stabilitas, likuiditas, dan kepercayaan yang terbukti melalui sejarah. Di tahun 2025, karena stabilitas adalah komoditas yang paling dicari, emas unggul atas Bitcoin sebagai tempat berlindung modal yang paling terpercaya.

Baca juga:

Informasi ini dipersembahkan oleh macan empire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *